Wali Kota Tarakan Dorong ASN Kuasai Bahasa Isyarat untuk Pelayanan Publik Inklusif

Advetorial, Berita110 Dilihat

TARAKAN24JAM, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mendorong peningkatan akses komunikasi bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas tuli. Salah satunya dengan mengajak masyarakat hingga aparatur sipil negara (ASN) mempelajari bahasa isyarat.

 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., saat membuka Festival Hari Bahasa Isyarat Internasional di UPTD LLK Tarakan, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Merayakan Identitas Budaya dan Hak Kita Setara, Kita Semua Inklusi”. Festival diisi dengan talkshow serta pameran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tuli Dengar.

 

Khairul mengatakan, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat penting untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi maupun pelayanan publik.

 

“Bahasa itu alat komunikasi. Karena itu, kita juga perlu belajar bahasa isyarat supaya tidak ada lagi hambatan komunikasi antara kita dengan teman-teman tuli,” ujar Khairul.

 

Ia secara khusus mendorong ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan untuk setidaknya menguasai bahasa isyarat dasar. Hal tersebut dinilai penting karena ASN merupakan bagian dari pelayanan publik yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat.

 

“ASN juga perlu belajar bahasa isyarat dasar. Tidak harus langsung mahir, tetapi paling tidak ketika ada masyarakat tuli datang mendapatkan pelayanan, kita bisa berkomunikasi dan memahami kebutuhannya,” katanya.

 

Khairul menegaskan, pembangunan yang inklusif membutuhkan keterlibatan seluruh kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

 

Menurutnya, Pemkot Tarakan telah memberikan ruang partisipasi bagi kelompok rentan melalui Forum Kaum Rentan dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

 

“Dalam Musrenbang, kita sudah memberikan ruang melalui forum kaum rentan. Jadi mereka juga bisa menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka,” jelasnya.

 

Ia berharap ruang partisipasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah tidak hanya disusun dari sudut pandang pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

 

Dalam kesempatan itu, Khairul juga menyampaikan apresiasi kepada GERKATIN yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Hari Bahasa Isyarat Internasional di Kota Tarakan.

 

“Terima kasih kepada GERKATIN yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya inklusivitas,” tuturnya.

 

Usai membuka festival, Khairul menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan UMKM Tuli Dengar. Ia juga membeli beberapa karya yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha dari kalangan penyandang disabilitas.

 

Khairul berharap keberadaan UMKM yang dikelola penyandang disabilitas dapat terus berkembang dan mendapatkan ruang yang sama dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

 

“Yang kita dorong bukan hanya akses komunikasinya, tetapi juga kesempatan ekonominya. Mereka punya kemampuan dan karya yang harus kita dukung,” pungkasnya. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *