Wali Kota Khairul: Juara MTQ Bukan Sekadar Prestasi, Pengamalan Al-Qur’an Lebih Utama

Advetorial, Berita146 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak boleh hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan untuk mengejar prestasi. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Khairul saat menghadiri penutupan MTQ ke-24 Tingkat Kecamatan Tarakan Timur Tahun 2026 di halaman Kantor Kecamatan Tarakan Timur, Senin malam (19/10/2026).

Menurut Khairul, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari siapa yang meraih juara, tetapi juga sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendorong masyarakat mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

“Menjadi juara itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Itulah juara yang sejati,” tegas Khairul dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin melalui perilaku nyata, mulai dari kejujuran, menjaga kebersihan, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, hingga menghormati sesama.

Karena itu, ia berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia

Khairul juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), dewan hakim, para pembina, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Oktober 2026.

Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang perlombaan. Secara khusus, ia mengucapkan selamat kepada Kelurahan Mamburungan yang berhasil meraih predikat juara umum.

Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qur’ani di Kota Tarakan.

Pembinaan Generasi Qur’ani Harus Berkelanjutan

Lebih lanjut, Khairul menekankan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan agar potensi anak-anak dan generasi muda dalam membaca, memahami, serta menghayati Al-Qur’an dapat terus berkembang.

Ia berharap sekolah, pondok pesantren, dan lembaga pembinaan keagamaan dapat mengambil peran aktif dalam melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga memiliki karakter dan perilaku sesuai ajaran Islam.

Para peserta yang berhasil meraih juara di tingkat kecamatan diharapkan mempersiapkan diri untuk menghadapi MTQ tingkat Kota Tarakan hingga tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Sementara itu, peserta yang belum memperoleh prestasi diminta tidak berkecil hati. Khairul mengingatkan bahwa proses belajar dan meningkatkan kemampuan merupakan bagian penting dari pembinaan.

“Yang belum berhasil jangan berkecil hati. Teruslah belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan. Kesempatan untuk meraih prestasi masih terbuka,” pesannya.

Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan Khairul juga mengingatkan bahwa pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an harus mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, semangat persaudaraan dan saling menghormati harus terus dirawat di tengah keberagaman masyarakat Tarakan, tanpa membedakan agama, suku, maupun asal-usul.

Ia berharap MTQ dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, bukan hanya bagi peserta dan keluarga, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan.

Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak, Khairul optimistis masyarakat Tarakan dapat terus membangun kehidupan yang harmonis, saling peduli, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Penutupan MTQ ke-24 Tingkat Kecamatan Tarakan Timur Tahun 2026 pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus menjadikan nilai-nilainya sebagai landasan dalam membangun Kota Tarakan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *