Harumkan Nama Tarakan, Dewi Tiansi Taklukkan Full Marathon 42 Kilometer di Jogja

Advetorial, Berita175 Dilihat

TARAKAN24JAM, TARAKAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet lari asal Kota Tarakan, Dwi Tiansi Anggraini. Atlet yang telah lama berkecimpung di dunia atletik itu berhasil meraih juara pertama pada kategori Full Marathon (FM) 42,195 kilometer, dalam ajang lari bergengsi yang digelar di Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).

Dalam perlombaan yang diikuti lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai daerah tersebut, Dewi mencatatkan waktu impresif, yakni 3 jam 4 menit untuk menyelesaikan rute sepanjang 42,195 kilometer.

“Start pukul 04.45 WIB dari kawasan Candi Prambanan dan finish kembali di Candi Prambanan. Alhamdulillah bisa finis dengan catatan waktu 3 jam 4 menit dan meraih juara pertama,” ujar Dewi Tiansi Anggraini melalui sambungan telphone, Minggu (21/6/2026).

Menurut Dewi, ajang tersebut merupakan salah satu event lari tahunan paling bergengsi di Indonesia yang menjadi incaran para pelari nasional maupun internasional. Meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu bulan, ia tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya berkat latihan yang konsisten.

“Persiapannya sekitar satu bulan. Walaupun dalam prosesnya masih ada beberapa event lain yang diikuti sehingga jadwal latihan tidak sepenuhnya fokus, saya tetap latihan rutin pagi dan sore,” katanya.

Selain menjaga intensitas latihan, Dewi juga menerapkan pola hidup sehat menjelang perlombaan. Ia mengurangi konsumsi makanan bersantan, makanan pedas, serta minuman dingin, dan memperbanyak asupan vitamin, buah-buahan, sayuran, serta protein.

Menariknya, kemenangan tersebut menjadi pencapaian spesial bagi Dewi. Sebab, tahun 2026 merupakan kali pertama dirinya turun di kategori Full Marathon.

“Kalau untuk Full Marathon, ini pertama kalinya saya ikut di tahun 2026. Sebelumnya lebih sering ikut kategori Half Marathon, 10 kilometer, dan 5 kilometer,” ungkapnya.

Dewi bukanlah nama baru di dunia atletik. Sejak kecil ia telah menekuni cabang olahraga lari dan kerap mengikuti berbagai kejuaraan tingkat kota, provinsi hingga nasional.

Perempuan kelahiran Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi ini mengenyam pendidikan di SD Negeri 44 Sarolangun, SMP Negeri 17 Sarolangun, dan SMA Negeri 1 Sarolangun sebelum melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di Universitas Jambi.

Kini Dewi menetap di Kota Tarakan mengikuti suaminya, Sertu Muhammad Riduan, yang saat ini berdinas di Batalyon Infanteri 613 Raja Alam. Sosok suaminya juga berperan besar dalam perjalanan kariernya sebagai atlet karena menjadi pelatih pribadi yang mendampinginya selama menjalani program latihan.

“Pelatih saya selama ini suami saya sendiri, Sertu Muhammad Riduan,” ujarnya.

Di tingkat internasional, Dewi pernah memperkuat Indonesia pada sebuah kejuaraan di Tiongkok pada tahun 2021. Meski belum berhasil meraih podium saat itu, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kembali membawa nama Indonesia di ajang internasional.

“Target saya ke depan ingin kembali membawa nama Indonesia dan bisa berprestasi di kejuaraan internasional,” katanya.

Kepada para pecinta olahraga lari, khususnya komunitas runner di Tarakan, Dewi berpesan agar tidak pernah berhenti berlatih dan selalu menjaga konsistensi.

“Kalau ingin menjadi juara, kuncinya konsisten latihan. Jangan berpatokan pada umur. Berapa pun usianya, kalau memang suka lari dan serius berlatih, peluang untuk berprestasi tetap ada,” pesannya.

Keberhasilan Dewi menjuarai kategori Full Marathon tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Kota Tarakan dan Kalimantan Utara di kancah olahraga nasional. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *