Belajar dari Singkawang, Khairul Dorong Warisan Budaya Tarakan Jadi Aset Pariwisata

Advetorial, Berita155 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Tarakan berupaya memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong potensinya sebagai daya tarik pariwisata daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempelajari praktik pengelolaan warisan budaya dari kota lain melalui Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026). Rembuk tersebut mengangkat tema “Mengenal dan Mempromosikan Warisan Kota”.

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Barat, dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech dari menteri serta diskusi dan pertukaran gagasan antarpemerintah kota mengenai pengelolaan warisan budaya.

Forum ini menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk berbagi pengalaman dalam menjaga identitas daerah, melestarikan peninggalan sejarah, serta mengembangkan potensi budaya agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Tarakan, pengalaman dari daerah lain diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan potensi sejarah dan budaya lokal agar tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga dikenal lebih luas.

 

Menyusuri Kawasan Bersejarah Singkawang

Usai mengikuti rembuk, Khairul bersama rombongan mengunjungi sejumlah kawasan bersejarah di Kota Singkawang. Lokasi yang dikunjungi antara lain Masjid Raya, Tai Pak Kung Tua, dan Marga Chia.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana objek wisata sejarah dan cagar budaya dikelola sesuai dengan karakteristik serta keragaman identitas masyarakat setempat.

Singkawang dikenal memiliki keberagaman budaya yang menjadi bagian dari identitas kotanya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkenalkannya sebagai daya tarik wisata.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa saling belajar mengenai bagaimana setiap kota menjaga warisan budayanya, sekaligus mengembangkan potensi tersebut agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” menjadi pesan yang relevan dari partisipasi dalam forum kebudayaan tersebut.

Peluang Pengembangan Budaya dan Pariwisata Tarakan

Keikutsertaan dalam Rembuk Kebudayaan APEKSI diharapkan dapat memperkaya perspektif Pemkot Tarakan dalam mengembangkan pelestarian budaya dan pariwisata daerah.

Tarakan memiliki sejarah dan karakter masyarakat yang dapat menjadi bagian dari daya tarik kota. Pengembangan potensi tersebut membutuhkan upaya pelestarian, pendokumentasian sejarah, serta promosi yang mampu menjangkau masyarakat luas.

Melalui pertukaran pengalaman antarkota, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi praktik baik yang sesuai untuk diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik lokal.

Warisan budaya tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai aset yang memiliki nilai edukasi, sosial, dan ekonomi apabila dikelola secara tepat.

Pemkot Tarakan berharap hasil pembelajaran dari kegiatan tersebut dapat menjadi bahan pengembangan kebijakan pelestarian budaya dan pariwisata, sehingga identitas lokal tetap terjaga sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *