178 PPKS di Tarakan Terima Bantuan ATENSI Kemensos, Khairul Tekankan Kemandirian

Advetorial, Berita90 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Sebanyak 178 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Tarakan menerima bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Pemerintah Kota Tarakan, Kamis (24/9/2026).

Penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan Kepala Sentra Handayani Edy Santoso, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3APPKB, para camat dan lurah se-Kota Tarakan, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta Ketua PKBI Cabang Kota Tarakan.

Dalam sambutannya, Khairul menegaskan bantuan sosial pemerintah seharusnya tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif. Bagi penerima yang masih memiliki kemampuan untuk bekerja, bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk membangun kembali kemandirian ekonomi.

“Harapan kami, bantuan ini menjadi stimulan. Bapak-Ibu yang masih mampu berusaha, mudah-mudahan bisa keluar dari kondisi sulit dan kehidupannya menjadi lebih baik,” kata Khairul.

Ia mencontohkan bantuan modal usaha yang diberikan kepada 45 penerima dalam bentuk barang dengan nilai sekitar Rp3 juta per orang.

Menurut Khairul, bantuan tersebut diharapkan tidak langsung habis digunakan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memulai atau mengembangkan usaha sehingga bisa kembali diputar sebagai modal.

“Kalau bantuan ini bisa dikembangkan dan diputar kembali menjadi modal usaha, mudah-mudahan ke depan tidak lagi bergantung pada bantuan. Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah,” ujarnya.

Khairul juga menyoroti pentingnya ketepatan data dalam penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu kunci agar program pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Data ini sangat penting. Jangan sampai orang yang seharusnya menerima justru tidak mendapatkan, sementara yang tidak masuk kriteria malah menerima. Karena itu, data harus terus diperbaiki dan diverifikasi,” tegasnya.

Adapun 178 penerima bantuan ATENSI tersebut berasal dari sejumlah kelompok PPKS. Rinciannya terdiri dari 45 orang kelompok rentan, 73 korban penyalahgunaan NAPZA melalui LKS Sekata, 22 lanjut usia, 5 anak, dan 33 penyandang disabilitas.

Pemerintah Kota Tarakan berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Khairul juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat gotong royong dalam penanganan persoalan sosial di Kota Tarakan.

“Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan persoalan sosial sendirian. Kita membutuhkan kerja sama semua pihak agar masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan benar-benar bisa kita dampingi,” pungkasnya. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *