TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul memimpin upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Tarakan, Rabu. Dalam kesempatan itu, Khairul membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang menekankan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, terutama perundungan (bullying).
Dalam sambutan Menteri PPPA yang dibacakan Khairul, ditegaskan bahwa tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi, Bangun Masa Depan”, bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah masih terjadinya praktik perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Menteri PPPA menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, penelantaran, perkawinan anak, hingga bullying.
“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga sebagai pelindung pertama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, tokoh agama, akademisi hingga pemerintah pusat dan daerah,” demikian isi sambutan Menteri PPPA yang dibacakan Khairul.
Menurutnya, anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta menyampaikan pendapat sesuai usia dan tingkat kematangannya.
Pemerintah juga mengusung Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNASRANA) dan kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak) sebagai upaya memperkuat perlindungan anak, termasuk mencegah perundungan di sekolah maupun di ruang digital.
Di akhir sambutan, Menteri PPPA mengajak anak-anak untuk berani melapor apabila menjadi korban atau menyaksikan tindakan kekerasan.
“Jika suatu saat kalian merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan atau melihat teman kalian mengalaminya, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya atau hubungi layanan SAPA 129,” bunyi pesan yang dibacakan Wali Kota Tarakan.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa perlindungan anak tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang benar-benar bebas dari bullying dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. (Adv/wek)













