Reses Supaad Hadianto Jadi Ruang Dialog Mahasiswa, Soroti Beasiswa dan Kesiapan Kerja

Berita17 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Anggota DPRD Kalimantan Utara Supaad Hadianto reses masa sidang ketiga di Kota Tarakan, dengan menghadirkan mahasiswa serta sejumlah instansi pemerintah untuk membahas persoalan pendidikan, literasi, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja.

Kegiatan reses yang berlangsung hangat tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai kampus dan komunitas literasi, seperti Universitas Borneo Tarakan (UBT) serta Taman Baca Masyarakat Indonesia (TBMI). Dalam dialog itu, Supaad menegaskan bahwa dirinya sengaja menghadirkan peserta yang dinilai relevan dengan isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat.

“Hari ini saya reses pertama di masa sidang ketiga. Saya setiap reses tentu mencari audiens yang tepat supaya bisa menyampaikan curhatan, kritik, dan sarannya,” kata Supaad, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, TBMI diundang karena saat ini DPRD Provinsi Kalimantan Utara sedang membahas rancangan terkait perbukuan dan budaya literasi. Sementara mahasiswa menjadi kelompok yang dianggap paling dekat dengan isu pendidikan dan beasiswa.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa terkait bantuan pendidikan, Supaad juga menghadirkan perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Menurutnya, persoalan beasiswa menjadi perhatian utama mahasiswa dalam dialog tersebut.

“Mereka lebih fokus kepada beasiswa karena memang ini salah satu bentuk kehadiran pemerintah kepada anak-anak kita yang sedang menempuh pendidikan,” ujarnya.

Dalam forum itu terungkap bahwa program Beasiswa Kaltara Unggul tahun 2026 mengalami penyesuaian akibat keterbatasan fiskal daerah. Skema yang dijalankan pemerintah provinsi kini lebih diarahkan pada beasiswa khusus melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di Kalimantan Utara.

Supaad menyebut kondisi anggaran daerah yang terbatas membuat pemerintah harus melakukan inovasi agar program pendidikan tetap berjalan.

“Ruang fiskal APBD kita sempit sehingga keterbatasan anggaran perlu inovatif dari pemerintah provinsi,” katanya.

Meski kuota beasiswa diperkirakan menurun pada 2026, ia berharap masih ada peluang tambahan anggaran melalui pembahasan APBD Perubahan. Selain itu, mahasiswa juga didorong aktif mencari sumber beasiswa lain dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kalimantan Utara.

“Anak-anak mahasiswa bisa mengambil peluang dari perusahaan seperti Pertamina maupun perusahaan tambang yang beroperasi di Kaltara,” tambahnya.

Selain pendidikan, isu ketenagakerjaan juga menjadi topik utama dalam reses tersebut. Supaad sengaja menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kebutuhan dunia kerja setelah lulus kuliah.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan tambahan dan sertifikasi agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Tidak mungkin selamanya mereka ada di universitas. Saat lulus tentu perlu pekerjaan. Karena itu perlu pelatihan, komunikasi, relasi, dan skill yang memadai,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, mahasiswa banyak mempertanyakan jenis pelatihan dan sertifikasi yang dapat menunjang karier mereka di masa depan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Tenaga Kerja disebut telah menyiapkan sejumlah pelatihan pada 2026, meski masih terbatas.

“Pelatihannya sementara baru terbatas di bidang security atau satpam yang memang banyak diperlukan perusahaan di Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Reses tersebut juga dikemas lebih interaktif melalui berbagai kuis dan hadiah bagi mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan. Supaad mengapresiasi timnya yang dinilai berhasil menghadirkan suasana berbeda sehingga forum reses tidak sekadar menjadi agenda formal.
Ia berharap kegiatan serupa ke depan semakin inovatif dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Daerah Pemilihan I Kota Tarakan. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *