Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Ibnu Saud Tegaskan Komitmen Pemkot Tarakan Dukung Pendidikan Keagamaan

Advetorial, Berita44 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan serta memperkuat peran pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Masjid Islamic Center Baitul Izzah, Kamis (22/10/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wali Kota Tarakan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Kementerian Agama, pimpinan organisasi Islam, pengelola pondok pesantren, serta kepala madrasah se-Kota Tarakan.

Dalam kesempatan itu, Ibnu Saud membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dan ulama dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Bagi Pemkot Tarakan, peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter sejak dini.

Ibnu Saud mengatakan, pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar, hingga lembaga pendidikan yang dikelola Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan pondok pesantren.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui revitalisasi sarana pendidikan serta pemberian insentif bagi guru mengaji dan guru sekolah minggu. Langkah ini tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi fiskal yang semakin ketat.

“Pemerintah Kota Tarakan tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan. Mulai dari revitalisasi sarana pendidikan hingga pemberian insentif bagi guru mengaji dan guru sekolah minggu, karena pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus,” ujar Ibnu Saud.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan keagamaan memiliki kontribusi penting dalam menanamkan nilai moral, kedisiplinan, toleransi, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda.

Karena itu, dukungan terhadap pesantren, madrasah, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya perlu terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah, pengelola lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.

Santri dan Ulama Jadi Perekat Bangsa

Ibnu Saud juga menekankan bahwa santri dan ulama memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama, tetapi juga mencakup upaya merawat kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan di pesantren, seperti kebersamaan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian sosial, menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat.

“Santri dan ulama merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, persatuan dan stabilitas sosial merupakan fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah. Tanpa kondisi masyarakat yang rukun dan harmonis, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan secara optimal.

Oleh sebab itu, Pemkot Tarakan berharap pesantren, madrasah, dan organisasi keagamaan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkot Tarakan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan santri sebagai inspirasi dalam memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Tarakan yang religius, harmonis, dan sejahtera. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *