Persiapan Iraw Tengkayu XV Capai 50 Persen, Panitia Matangkan Sejumlah Agenda Budaya

Advetorial, Berita147 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Panitia pelaksana Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 terus mematangkan berbagai persiapan, menjelang pelaksanaan agenda budaya tahunan kebanggaan masyarakat Kota Tarakan. Hingga pertengahan Juni, progres persiapan disebut telah mencapai sekitar 50 persen, baik untuk kegiatan fisik maupun nonfisik.

Sekretaris Panitia Iraw Tengkayu XV Tahun 2026, Zainuddin Mas’ud, mengatakan sejumlah tahapan persiapan telah berjalan sesuai rencana. Penataan lokasi kegiatan di Pantai Amal mulai dilakukan, termasuk perbaikan beberapa fasilitas yang akan digunakan selama rangkaian acara berlangsung.

“Persiapan sudah berjalan sekitar 50 persen. Kegiatan fisik dan nonfisik sama-sama berjalan. Penataan lokasi di Pantai Amal sudah dimulai, termasuk beberapa perbaikan yang diperlukan di lapangan,” terangnya, Jumat (19/6/2026)

Selain penataan lokasi, panitia juga mulai menggelar latihan tari yang akan ditampilkan dalam rangkaian Iraw Tengkayu. Latihan tersebut telah berlangsung sejak satu bulan terakhir dengan melibatkan para penari dari berbagai sanggar seni di Tarakan.

Tak hanya itu, pendaftaran peserta pawai budaya, kendaraan hias, sepeda hias, serta peserta jalan kaki juga telah dibuka sejak awal Juni dan akan ditutup menjelang akhir bulan.

Zainuddin menjelaskan, pelaksanaan Iraw Tengkayu XV tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 Juli 2026. Pada 4 Juli akan digelar prosesi Mengarak Padaw yang dirangkai dengan lomba kendaraan hias, sepeda hias, dan pawai jalan kaki bertema budaya.

“Kemudian pada tanggal 5 Juli pagi hingga siang akan dilaksanakan Pentas Seni Budaya Nusantara. Setelah itu pukul 14.00 Wita dimulai prosesi puncak Iraw Tengkayu dengan penurunan Padaw,” katanya.

Pada malam harinya, masyarakat juga akan disuguhkan panggung hiburan rakyat yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan budaya tersebut.

Menurut Zainuddin, pelaksanaan Iraw Tengkayu tahun ini sengaja dimajukan ke bulan Juli dengan mempertimbangkan masa libur sekolah. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta memberi kesempatan lebih luas bagi tamu dari daerah lain untuk hadir dan menyaksikan kegiatan budaya tersebut.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat pesisir, Iraw Tengkayu juga terus mendapat pengakuan di tingkat nasional. Event budaya ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai agenda budaya terbaik dari seluruh Indonesia.

Panitia pun optimistis pelaksanaan Iraw Tengkayu XV akan berlangsung meriah dan mampu menarik ribuan pengunjung, meski penyelenggaraannya tetap menyesuaikan kondisi serta kemampuan anggaran yang tersedia.

“Kami berharap antusiasme masyarakat tetap tinggi. Iraw Tengkayu bukan hanya milik panitia atau pemerintah, tetapi merupakan budaya dan kebanggaan bersama masyarakat Tarakan yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” tutupnya. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *