Pemkot Tarakan Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Batu Bara, Jalan Ditutup Demi Keselamatan Warga

Advetorial, Berita22 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran batu bara yang terjadi di bawah badan jalan. Demi memastikan keselamatan masyarakat, akses jalan di kawasan terdampak diputus sementara hingga proses penanganan dinyatakan aman.

 

Keputusan tersebut diambil langsung setelah Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah perangkat daerah melakukan peninjauan ke lokasi.

 

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, kondisi bawah jalan diketahui telah mengalami pengosongan akibat bara batu bara yang merambat di bawah permukaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan badan jalan runtuh apabila tetap dilalui kendaraan maupun masyarakat.

 

“Jalan kita tutup sementara sampai dilakukan penanganan secara menyeluruh. Batu baranya ternyata di bawah sudah separuh jalan ini sudah kroak, sudah kosong di bawah. Khawatir runtuh,” ujar Khairul.

 

Penutupan dilakukan dari dua arah, baik dari kawasan Pantai Amal maupun dari arah Universitas Borneo Tarakan. Pemkot Tarakan telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif agar mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung.

 

Untuk masyarakat yang menuju kawasan Pantai Amal, akses dapat dialihkan melalui jalur rigid beton di depan kawasan Marinir, kemudian melewati jembatan dan menyusuri kawasan wisata Pantai Ratu Intan menuju Pantai Amal.

 

Sementara masyarakat dari kawasan RT 1 dan RT 2 dapat memanfaatkan akses melalui Karungan, RT 5, menuju Mamburungan Timur dan kawasan Mamburungan. Pemkot Tarakan juga menyiapkan alternatif melalui jalan TMMD yang nantinya terhubung ke kawasan depan Marinir.

 

Wali Kota Khairul menegaskan, penutupan jalan merupakan bagian dari langkah penanganan menyeluruh. Pemerintah tidak hanya mengamankan akses, tetapi juga akan melakukan pemutusan jalur bara agar kebakaran tidak terus merambat di bawah permukaan.

 

Tahapan penanganan meliputi pengerukan material yang terdampak, pemutusan jalur bara, penimbunan kembali serta penyiraman untuk membantu proses pemadaman.

 

“Pasti diputus. Jadi bukan hanya diputus jalannya, tetapi dikeruk, kemudian ditimbun lagi, disiram. Yang sudah terbakar dimatikan,” jelasnya.

 

Pemkot Tarakan juga akan membuat sejumlah kolam kecil di sekitar lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari rekomendasi teknis yang disampaikan pihak Sucofindo dan Pertamina untuk membantu proses peresapan air ke area yang terbakar.

 

Kolam tersebut diharapkan dapat membantu proses pemadaman bara secara bertahap sekaligus menjadi langkah antisipasi apabila kembali muncul percikan api.

 

Penanganan kebakaran batu bara ini dilakukan secara lintas sektor. Pemkot Tarakan mengerahkan Dinas PUPR untuk menangani pengerukan dan pemulihan badan jalan, BPBD untuk aspek kebencanaan dan pemadaman, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk mendukung penanganan dari sisi lingkungan.

 

Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan juga dilibatkan mengingat terdapat fasilitas pelayanan publik yang berada di sekitar lokasi, termasuk SMP Negeri 10 dan puskesmas.

 

Unsur Forkopimda, yakni Polres Tarakan, Kodim, Kodaeral serta pihak terkait lainnya turut mendukung proses pengamanan dan penanganan di lapangan.

 

Universitas Borneo Tarakan juga menjadi salah satu pihak yang dilibatkan karena lokasinya berada cukup dekat dengan area terdampak. Dukungan suplai air dari kawasan kampus akan dimanfaatkan untuk membantu proses penanganan.

 

Khairul mengatakan, pemerintah belum dapat memastikan luasan kebakaran di bawah permukaan hanya berdasarkan kondisi yang terlihat. Bara batu bara dapat merambat secara perlahan sehingga diperlukan penanganan sekaligus pemantauan secara berkelanjutan.

 

“Yang kelihatan mungkin sekitar lima meter, tapi kita tidak tahu di dalam merembetnya. Api kan merembetnya pelan-pelan, seperti api dalam sekam. Ini sama, api dalam batu bara,” ungkapnya.

 

Karena itu, Pemkot Tarakan memilih mengambil langkah preventif dengan menutup akses jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun keruntuhan badan jalan saat masih terdapat aktivitas bara di bawah permukaan.

 

Khairul menegaskan, penanganan akan dilakukan secepat mungkin. Pemerintah menargetkan pekerjaan lapangan dapat segera dimulai, bahkan diupayakan pada hari yang sama setelah keputusan penutupan dilakukan.

 

“Secepatnya. Hari ini kalau bisa, paling lambat besok sudah mulai kerja. Tapi yang kita tutup hari ini, sudah pasti hari ini langsung kita tutup,” tegasnya.

 

Langkah cepat tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkot Tarakan dalam mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus memastikan penanganan kebakaran batu bara dilakukan secara terkoordinasi, terukur dan menyeluruh hingga kondisi lokasi kembali aman untuk dilalui. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *