Pawai Budaya Festival Iraw Tengkayu XV 2026, Angkat Filosofi Semar dan Semangat Guyub Rukun

Berita83 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Pemuda Pakuwaja Tarakan turut ambil bagian dalam kemeriahan Pawai Budaya Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (4/7). Kehadiran organisasi kepemudaan warga Jawa tersebut menjadi salah satu wujud partisipasi aktif dalam melestarikan seni budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Tarakan.

Mengusung semangat “Guyub Rukun Saklawase, Semangat Urip Bebarengan”, Pemuda Pakuwaja Tarakan tampil bersama berbagai badan otonom, di antaranya Ikatan Perempuan Pakuwaja, kelompok Soko-Soko, serta kesenian Reog dan Kuda Lumping. Penampilan mereka turut menyemarakkan pawai yang diikuti berbagai organisasi masyarakat, instansi pemerintah, swasta, hingga komunitas lintas suku di Kota Tarakan.

Selain menjadi ajang unjuk kreativitas budaya, keikutsertaan Pemuda Pakuwaja juga menjadi simbol komitmen organisasi dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Ketua Pemuda Pakuwaja Tarakan, Ahmad SR, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat berpartisipasi dalam salah satu agenda budaya terbesar di Kota Tarakan tersebut.

“Alhamdulillah kami bisa hadir bersama seluruh keluarga besar Pakuwaja, badan otonom, kelompok seni Reog dan Kuda Lumping, serta berbagai organisasi, instansi, dan masyarakat Kota Tarakan untuk bersama-sama memeriahkan Festival Iraw Tengkayu XV. Ini menjadi momentum bagi kami untuk terus melestarikan seni dan budaya Jawa di tanah rantau,” ujarnya.

Pada pawai kali ini, Pemuda Pakuwaja mengangkat tokoh pewayangan Semar beserta para Punakawan sebagai tema utama penampilan. Menurut Ahmad, tokoh Semar memiliki filosofi yang masih relevan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Semar mengajarkan nilai-nilai kebijaksanaan, kejujuran, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama. Kami berharap generasi muda tetap menjaga dan merawat pitutur Mbah Semar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemuda harus cekatan, memiliki empati, peduli terhadap lingkungan, sekaligus terus menjaga warisan budaya leluhur,” katanya.

Ia menambahkan, sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, Pemuda Pakuwaja Tarakan terus berkomitmen menjalankan berbagai program kerja yang berorientasi pada semangat gotong royong dan kolaborasi. Organisasi tersebut juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun pemerintah untuk memberikan kontribusi nyata di bidang sosial, ekonomi, budaya, hingga pembinaan keagamaan.

Melalui partisipasi dalam Festival Iraw Tengkayu XV, Pemuda Pakuwaja berharap nilai-nilai budaya Jawa dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat multikultural Kota Tarakan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah serta memperkuat persatuan di Kalimantan Utara. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *