Media dan Masyarakat Diajak Menyelami Dunia Prajurit, Yonif Khusus 614 Raja Pandita Perkuat Sinergi di Malinau

Berita68 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, Malinau– Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak pagi di markas Yonif Khusus 614 Raja Pandita. Deretan kendaraan tamu mulai berdatangan membawa insan media, organisasi masyarakat, hingga perwakilan instansi pemerintah untuk mengikuti kegiatan Fun Gathering yang digelar satuan tersebut.

Namun kegiatan itu bukan sekadar temu santai. Di balik canda tawa dan aroma kopi yang tersaji dalam coffee morning, terselip upaya membangun kedekatan antara prajurit TNI dengan masyarakat sipil di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

 

Ketua kegiatan, Letda Inf. Alexander Lantang, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan sekaligus ajang mempererat silaturahmi lintas sektor.

“Ini merupakan bagian dari program pembinaan dan ajang untuk menjalin silaturahmi dalam rangka mempererat sinergitas sekaligus membangun komunikasi lintas sektor guna mendukung informasi publik yang kondusif,” ujarnya.

 

Para peserta tidak hanya duduk berdiskusi bersama prajurit. Mereka juga diajak melihat langsung berbagai kemampuan dan fasilitas yang dimiliki Yonif Khusus 614 Raja Pandita. Mulai dari peragaan snapling, mencoba lempar pisau dan kapak ke sasaran kayu, hingga merasakan sensasi menaiki LCR atau perahu karet di kawasan kerambah satuan tersebut.

 

Beberapa peserta tampak antusias saat mencoba tantangan refelling tebing yang dipandu langsung pelatih dari batalion. Gelak tawa dan sorakan terdengar setiap kali peserta berhasil menancapkan pisau atau kapak tepat ke sasaran.

 

Bagi sebagian peserta, pengalaman itu menjadi sesuatu yang langka. Sebab, tidak semua masyarakat bisa masuk dan mengenal lebih dekat kehidupan di lingkungan batalyon.

 

Di sela kegiatan, peserta juga diajak menyaksikan tayangan video aktivitas prajurit Yonif Khusus 614 Raja Pandita. Tayangan itu memperlihatkan berbagai latihan, kegiatan sosial, hingga pengabdian prajurit di wilayah perbatasan.

 

Alexander berharap kegiatan semacam ini mampu memperkuat hubungan baik antara TNI, masyarakat, media, dan pemerintah daerah di Kabupaten Malinau dan sekitarnya.

 

“Kami sangat mengharapkan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan sinergitas TNI dengan masyarakat serta menjalin hubungan baik antar TNI dan instansi pemerintah yang ada di wilayah Malinau dan sekitarnya,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana Malinau, Anwar, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman mengenal lebih dekat fasilitas dan perlengkapan militer menjadi momen yang berkesan bagi para undangan.

 

“Kami sangat bersyukur atas undangan dari Yonif 614 Raja Pandita dalam rangka silaturahmi dan mengenal peralatan-peralatan yang ada di batalion,” ungkapnya.

 

Ia mengaku paling menikmati kegiatan menaiki perahu karet, mencoba lempar sangkur dan kapak, hingga refelling tebing yang disebutnya memacu adrenalin.

 

“Lebih seru lagi adalah mengenal dan sekaligus mencoba refelling tebing. Untuk refelling heli memang belum dilaksanakan,” katanya sambil tersenyum.

Anwar juga mengapresiasi keterbukaan batalyon yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung suasana di dalam markas.

 

“Kami bangga bisa berada di dalam batalion, karena biasanya sangat terbatas untuk masyarakat bisa masuk. Tapi kemarin kami bisa mengenal dan melihat beberapa gedung yang ada di dalamnya,” tuturnya.

 

Kegiatan yang diikuti media cetak, televisi, RRI, organisasi masyarakat, hingga unsur Humas dan Kominfo itu pun ditutup dalam suasana penuh keakraban. Bukan hanya membawa pengalaman baru, para peserta pulang dengan kesan bahwa kedekatan antara TNI dan masyarakat dapat tumbuh lewat komunikasi yang sederhana: duduk bersama, berbincang, dan saling mengenal lebih dekat. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *