Kunker ke BWS, DPRD Tarakan Ungkap Tak Ada Proyek 2026 Akibat Efisiensi Anggaran

Advetorial, Berita133 Dilihat

TARAKAN, tarakan24jam.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V di Tanjung Selor, Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini bertujuan mempererat koordinasi sekaligus menyelaraskan program pembangunan sumber daya air di Kota Tarakan.

Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dengan jajaran pimpinan BWS Kalimantan V yang selama ini memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur air di Tarakan.

“Kami bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi, karena pada dasarnya BWS Kalimantan V juga berkantor di Tarakan,” ujar Randy kepada awak media, Jumat (18/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Komisi III turut menggali informasi terkait rencana program BWS Kalimantan V pada tahun 2026. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, belum ada kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di Tarakan tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Informasinya, tahun ini belum ada alokasi anggaran. Kita memahami bahwa transfer ke daerah juga mengalami penyesuaian, sehingga berdampak pada tidak adanya kegiatan pembangunan,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Meski demikian, Randy mengapresiasi kontribusi BWS Kalimantan V yang selama ini telah membangun sejumlah embung di Tarakan. Infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu dalam penyediaan air baku bagi Perumda Tirta Alam Tarakan.

Ia menambahkan, BWS Kalimantan V sebenarnya telah merencanakan pembangunan embung baru di Sungai Maya. Namun, rencana tersebut masih terkendala persoalan pembebasan lahan serta keterbatasan anggaran.

“Pembangunan Embung Sungai Maya sudah masuk rencana, tetapi masih terkendala lahan. Karena tahun 2026 belum tersedia anggaran, diupayakan bisa direalisasikan pada 2027,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Randy menilai ada sejumlah prioritas yang perlu mendapat perhatian ke depan, khususnya terkait penguatan infrastruktur air dan penanganan banjir di Tarakan.

Menurutnya, selain kebutuhan embung untuk menjamin ketersediaan air baku, persoalan banjir juga menjadi isu krusial yang harus segera ditangani secara komprehensif.

“Penanganan banjir ini sangat sensitif. Tidak hanya soal normalisasi sungai, tetapi juga perbaikan saluran drainase yang harus memperhatikan kondisi lingkungan dan permukiman warga. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” pungkasnya (adv/wek).





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *