KSBSI Kaltara Peringati May Day dengan Aksi Sosial dan Pembagian Sembako

Berita, Sosial195 Dilihat

TARAKAN, tarakan24jam.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 dimaknai berbeda oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Utara. Alih-alih menggelar aksi unjuk rasa, KSBSI memilih mengisi momen tersebut dengan kegiatan sosial yang menyasar masyarakat dan pekerja sektor informal.

Ketua Koordinator Wilayah KSBSI Kaltara, Raden Yusuf, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi hari. Di antaranya bakti sosial, kerja bakti, hingga pembagian paket sembako secara simbolis kepada para penerima.

“Di momen 1 Mei ini kita isi dengan kegiatan bakti sosial, kemudian ada juga kerja bakti yang dilakukan teman-teman di Tarakan, serta pembagian paket sembako. Siang ini kita lakukan penyerahan secara simbolis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan organisasi mitra. KSBSI Kaltara pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan sehingga kegiatan sosial dapat berjalan lancar.

Untuk pembagian sembako, KSBSI Kaltara menyalurkan sekitar 40 paket kepada sejumlah perwakilan masyarakat, di antaranya guru, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengemudi ojek online, serta kelompok masyarakat lain yang dinilai membutuhkan.

“Memang harapannya jangkauan bisa lebih luas, tapi karena keterbatasan, sementara ini kita salurkan kepada perwakilan. Setelah ini juga akan kita distribusikan ke beberapa titik lain yang sudah kita tentukan,” jelasnya.

Selain kegiatan sosial, KSBSI Kaltara juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa rapat kerja wilayah yang dijadwalkan pada 11 Mei 2026 di Hotel Tarakan Plaza. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri Presiden KSBSI, Eli Rosita Silaban, serta Ketua Dewan Pengawas BPJPK, Deddy Hardianto. Agenda ini juga akan dirangkaikan dengan dialog terbuka terkait isu-isu ketenagakerjaan di Kalimantan Utara.

Raden Yusuf berharap, peringatan Hari Buruh ke depan tidak lagi identik dengan tuntutan, melainkan menjadi momentum untuk merayakan kesejahteraan pekerja yang telah terwujud.

“Harapan kita ke depan, Hari Buruh ini bukan lagi soal menuntut kesejahteraan, tapi menjadi perayaan karena kesejahteraan itu sudah bisa kita rasakan bersama,” tutupnya. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *