Ikatan Perempuan Pakuwaja Tarakan Tampilkan Busana Adat Jawa Timur di Pawai Budaya Festival Iraw Tengkayu XV 2026

Berita73 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Ikatan Perempuan Pakuwaja (IPP) Kota Tarakan turut ambil bagian dalam memeriahkan Pawai Budaya Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (4/7). Keikutsertaan IPP menjadi wujud komitmen organisasi perempuan warga Jawa dalam melestarikan budaya sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat multikultural Kota Tarakan.

Dengan nomor peserta 055, IPP Tarakan tampil mengenakan busana adat khas Jawa Timur yang dipadukan dengan ornamen bernilai filosofi, sehingga berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati jalur pawai.

Ketua IPP Kota Tarakan, Nunung Tri Sulistiawati, SH., MH., mengatakan keikutsertaan dalam Festival Iraw Tengkayu bukan sekadar mengikuti pawai budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Jawa kepada generasi muda di tanah rantau.

“Kami bangga dapat berpartisipasi dalam Festival Iraw Tengkayu XV bersama berbagai suku, organisasi, dan komunitas di Kota Tarakan. Momentum ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan seni dan budaya Jawa sekaligus mempererat persaudaraan dalam keberagaman,” ujarnya.

Menurut Nunung, IPP merupakan organisasi sosial yang menjadi wadah silaturahmi perempuan warga Jawa di Kota Tarakan. Organisasi ini terus mengedepankan nilai Guyub Rukun Saklawase, Semangat Urip Bebarengan sebagai semangat kebersamaan serta membangun sinergi dengan berbagai paguyuban, organisasi kemasyarakatan, maupun pemerintah.

Selain aktif dalam kegiatan pelestarian budaya, IPP juga terus menjalankan berbagai program kerja di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan pembinaan kerohanian sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam penampilannya, IPP mengangkat konsep yang sarat makna. Bentuk busur panah melambangkan sosok Srikandi yang tangguh, berani, dan pantang menyerah. Sementara rangkaian taman bunga menggambarkan karakter perempuan yang kuat, anggun, serta mampu memberikan keindahan dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Perpaduan warna merah, kuning, dan hijau yang menghiasi penampilan peserta juga memiliki filosofi mendalam, yakni mencerminkan nilai “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, sebagai simbol penghormatan terhadap adat, budaya, dan kearifan lokal di daerah tempat bermukim.

Melalui partisipasi dalam Festival Iraw Tengkayu XV, IPP Tarakan mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu menjaga dan melestarikan budaya Nusantara sebagai kekayaan bangsa.

“Mari bersama bersatu, berdaulat melindungi budaya, Gemilang Panguntaka, Jaya Selamanya. Kami berharap warga Jawa di berbagai daerah terus memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan, khususnya di Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara,” tutup Nunung. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *