Hanura Kaltara Bidik 5-6 Kursi DPRD, Target Kembali Jadi Pimpinan

Berita, Politik110 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi organisasi terus dilakukan untuk memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif di Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Task Force DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan konsolidasi nasional yang dilakukan DPP kini menyasar Kaltara setelah sebelumnya digelar di sejumlah daerah, seperti Banten, Medan, Batam, dan Palembang.

Konsolidasi tersebut diikuti jajaran DPC, KSP hingga DPD Partai Hanura Kaltara yang dipimpin Ketua DPD Hanura Kaltara, Ingkong Ala.

“Tim Task Force datang untuk memastikan konsolidasi partai di Kaltara sudah berjalan. Dari laporan yang kami terima, hampir 90 persen struktur di provinsi ini sudah siap menghadapi Pemilu 2029 maupun proses verifikasi yang akan dilakukan KPU,” ujar Patrice, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, Hanura Kaltara memiliki modal politik yang cukup kuat. Saat ini partai tersebut memiliki 17 kursi legislatif di seluruh Kaltara, terdiri dari tiga kursi di DPRD provinsi serta sejumlah kursi di DPRD kabupaten/kota. Bahkan, Hanura memiliki dua wakil ketua DPRD dan satu ketua DPRD.

Patrice menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa kader Hanura di Kaltara masih memiliki basis politik yang cukup kuat.

“Menurut kami, Kaltara merupakan salah satu daerah yang seluruh kekuatan kotanya terwakili oleh anggota dewan Hanura. Ada yang tiga, enam, empat, dua, semuanya terisi,” katanya.

Namun, capaian tersebut tidak membuat Hanura berpuas diri. DPP justru memasang target lebih tinggi pada Pemilu 2029. Dari tiga kursi DPRD Provinsi Kaltara saat ini, Hanura menargetkan mampu meraih lima hingga enam kursi.

“Target kami meningkatkan jumlah kursi di provinsi Kaltara. Dari tiga hari ini, kami targetkan lima atau enam kursi. Dulu pernah dapat empat, sehingga kami berharap bisa mendapatkan lima atau naik menjadi enam kursi untuk bisa menjadi pimpinan DPRD Provinsi Kaltara,” tegas Patrice.

Selain kursi legislatif, Hanura juga membidik penambahan kader di posisi eksekutif. Patrice mengingatkan bahwa Hanura sebelumnya pernah memiliki kader yang menjabat wakil bupati dan wakil wali kota, sementara saat ini memiliki kader yang menduduki posisi wakil gubernur Kaltara.

Ia menegaskan, strategi Hanura bukan sekadar mencari figur yang maju saat momentum pemilu tiba. Partai ingin membangun kader yang benar-benar tumbuh dan bekerja di tengah masyarakat.

“Kami harapkan kader yang mengakar. Bukan sekadar kader numpang lewat, kemudian nyaleg di sini. Kami ingin kader yang betul-betul datang dan hidup di tengah masyarakat Kaltara,” ujarnya.

Waspadai Fenomena “Caleg Buangan” Patrice juga menanggapi fenomena perpindahan kader dan calon legislatif antarpartai yang kerap terjadi menjelang pemilu. Ia menyebut Hanura berupaya memperkuat loyalitas kader agar tidak mudah berpindah ke partai lain.

Menurutnya, konsolidasi sejak jauh hari menjadi salah satu cara untuk menjaga kader tetap solid.

“Kami sedang bekerja serius mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Harapannya kader Hanura kokoh dan menjadi kader yang betul-betul memperjuangkan visi dan ideologi Hanura,” katanya.

Ia bahkan optimistis ke depan bukan kader Hanura yang akan berpindah, tetapi justru kader dari partai lain yang akan bergabung.

“Tidak mudah bagi partai lain untuk menculik kader kami. Yang ada, kami akan menculik kader partai lain untuk masuk ke Hanura,” ujarnya.

Patrice juga menyebut Pemilu 2029 akan menjadi pertarungan yang cukup berat, terutama dengan kemungkinan perubahan ambang batas parlemen dan munculnya partai-partai baru yang berupaya menembus parlemen.

Namun, Hanura mengaku tidak gentar. Partai tersebut memiliki pengalaman menjadi partai parlemen selama dua periode dan menargetkan kembali ke Senayan pada Pemilu 2029.

“Seberat apa pun pertarungan pada Pemilu 2029, Hanura akan membuktikan dengan konsolidasi nasional yang terus kami lakukan selama dua tahun ini. Kami yakin tantangan itu akan kami hadapi dan lewati,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Kaltara Ingkong Ala mengakui kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama dalam memperkuat struktur partai di Kaltara.

Luas wilayah dan jarak antardaerah membuat konsolidasi hingga tingkat kecamatan tidak selalu mudah. Sejumlah wilayah perbatasan bahkan hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara dengan frekuensi penerbangan yang terbatas.

“Geografis Kaltara memang sangat luas. Ada beberapa daerah, terutama Nunukan dan Malinau, yang untuk menjangkau beberapa kecamatan di daerah perbatasan hanya bisa menggunakan pesawat,” kata Ingkong.

Menurutnya, keterbatasan akses transportasi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi partai ketika harus melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah.

Meski demikian, Ingkong menegaskan Hanura Kaltara tidak ingin menjadikan kondisi geografis sebagai alasan untuk melemahkan struktur partai. Konsolidasi DPC hingga PAC akan terus dikebut.

Ia mengakui posisi Hanura dalam perolehan kursi di Kaltara sempat mengalami penurunan. Karena itu, pengalaman pada pemilu sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Kami optimistis. Kami tidak bisa memasang target terlalu tinggi, tetapi minimal kami ingin kembali ke posisi pimpinan,” ujar Ingkong.

Kehadiran Task Force DPP, lanjutnya, menjadi tambahan energi bagi pengurus Hanura Kaltara untuk memperkuat organisasi. Terutama dalam menyelesaikan pembentukan dan penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan.

Di sisi lain, Patrice memastikan Hanura akan membuka penjaringan bakal calon legislatif untuk DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029.

DPP Hanura juga menyiapkan perubahan besar terhadap identitas partai. Logo, warna bendera dan visi baru Hanura akan diluncurkan setelah konsolidasi nasional mencapai 100 persen di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.

“Begitu konsolidasi selesai, kami akan segera me-launching logo baru, warna bendera baru, dan visi baru Hanura untuk 2029,” pungkas Patrice. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *