Hadiri Irau Malinau 2026, Wali Kota Tarakan Dukung Pelestarian Budaya dan Sinergi Daerah

Advetorial, Berita163 Dilihat

TARAKAN24JAM.COM, MALINAU – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., didampingi Ketua TP PKK Kota Tarakan, Sitti Rujiah Khairul, S.Keb., Bdn., menghadiri pembukaan Irau Malinau dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau Tahun 2026 di Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau, Selasa (20/10/2026)

Kehadiran orang nomor satu di Kota Tarakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan dan sinergi antarpemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Irau Malinau merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah, mempererat persaudaraan dalam keberagaman, serta mendorong pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mengusung tema “Irau Malinau dalam Kebhinekaan, Berkarya dan Berinovasi, Bersinergi Mengembangkan Potensi Daerah Menuju Malinau Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang bagi pengembangan potensi daerah.

Pembukaan Irau Malinau dilakukan langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., melalui pemukulan gong. Dalam kesempatan tersebut, Irau Malinau juga menerima Piagam Kharisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata RI yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malinau dan diterima langsung oleh Bupati Malinau.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kegiatan budaya daerah sebagai daya tarik pariwisata sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.

Perkuat Kebersamaan Antardaerah

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Irau Malinau sebagai kegiatan yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga memperkuat hubungan antardaerah di Kalimantan Utara.

Menurutnya, keberagaman budaya merupakan aset yang perlu dijaga bersama. Pelestarian tradisi harus berjalan beriringan dengan inovasi agar kebudayaan tetap relevan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penyelenggaraan Irau Malinau menjadi momentum yang baik untuk mempererat kebersamaan antardaerah sekaligus menjaga kekayaan budaya yang kita miliki. Keberagaman merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat untuk mendukung kemajuan Kalimantan Utara,” ujar Khairul.

Ia menambahkan, hubungan yang baik antarpemerintah daerah menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pembangunan yang saling mendukung. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Budaya sebagai Potensi Pembangunan

Khairul juga berharap kegiatan kebudayaan seperti Irau Malinau dapat terus dikembangkan sebagai ruang untuk memperkenalkan tradisi, kesenian, dan kearifan lokal kepada generasi muda.

Selain menjaga identitas daerah, kegiatan semacam ini berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, produk lokal, serta sektor pariwisata.

“Pelestarian budaya perlu menjadi bagian dari pembangunan daerah. Selain menjaga identitas dan warisan leluhur, kegiatan budaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat apabila dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan potensi daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas budaya, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kekayaan budaya dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi daya tarik yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

Kehadiran Pemerintah Kota Tarakan dalam pembukaan Irau Malinau 2026 diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan di Kalimantan Utara. Sinergi antardaerah menjadi penting untuk menjaga keberagaman, mendorong inovasi, serta mengoptimalkan potensi lokal demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui momentum tersebut, Pemkot Tarakan menegaskan dukungannya terhadap upaya pelestarian budaya dan penguatan kerja sama regional sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Adv/wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *