Dihadiri Dubes Australia, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Fasilitasi Peringatan ANZAC Day 2026 di Balikpapan

Berita33 Dilihat

BALIKPAPAN, tarakan24jam.com – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) bersama Kedutaan Besar Australia di Indonesia menyelenggarakan upacara Dawn Service dalam rangka peringatan ANZAC Day 2026 di Kompleks Pasir Ridge, Balikpapan, pada 25 April 2026. Peringatan ini semakin bermakna dengan kehadiran langsung Duta Besar (dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.

Dalam kegiatan ini hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, TNI, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, termasuk dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur, bersama manajemen PHKT. Kehadiran pemerintah dari Indonesia dan Australia menunjukkan eratnya hubungan kedua negara dalam menjaga nilai-nilai sejarah dan perdamaian.

ANZAC Day, yang diperingati setiap tanggal 25 April, merupakan hari nasional di Australia dan Selandia Baru untuk mengenang pengorbanan pasukan Australian and New Zealand Army Corps (ANZAC) yang pertama kali mendarat di Semenanjung Gallipoli, Turki, pada tahun 1915 ketika pecah Perang Dunia I. Seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi momentum untuk menghormati seluruh prajurit yang gugur dalam berbagai operasi militer maupun kontribusi mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

Di Balikpapan, peringatan ini memiliki makna historis tersendiri. Sebanyak 229 prajurit Australia gugur dalam Operasi Oboe Two pada Juli 1945, sebuah upaya pembebasan Balikpapan dari pendudukan Jepang. Operasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengamankan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk lapangan terbang yang kini dikenal sebagai Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

General Manager PHKT, Darmapala, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PHKT dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan di Pasir Ridge tersebut. “PHKT berkomitmen untuk terus mendukung sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus melestarikan kawasan bersejarah di Balikpapan, khususnya pada momentum peringatan ANZAC Day ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menegaskan bahwa peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah, namun juga pengingat akan nilai-nilai universal yang terus menghubungkan kedua bangsa. “ANZAC Day bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah gugur, tetapi juga tentang nilai-nilai yang mereka perjuangkan keberanian, ketahanan, persahabatan, dan pengorbanan yang hingga kini terus menghubungkan masyarakat Australia dan Indonesia,” ungkapnya.

Upacara yang dilaksanakan saat fajar ini berlangsung semakin khidmat karena digelar di kawasan bersejarah dengan latar Monumen Tank Matilda, yang berlokasi di Kompleks Pasir Ridge. Monumen itu menjadi penanda tempat pertahanan tentara Jepang yang berhasil direbut oleh pasukan sekutu pada Operasi Oboe Two tahun 1945.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan prosesi penghormatan dan penyerahan karangan bunga, yang dilanjutkan dengan refleksi bersama sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para prajurit yang telah gugur. Peringatan ANZAC Day sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan dan kedamaian yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari pengorbanan di masa lalu. Semangat tersebut terus hidup dalam ungkapan yang abadi ‘Lest We Forget’, sebuah frasa peringatan yang berarti “agar kita tidak lupa” dan sering digunakan negara-negara Persemakmuran untuk mengenang pengorbanan militer. (Wek)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *