TARAKAN24JAM.COM, TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tarakan bertema “Sinergi Digital untuk Tarakan Maju” yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online, sebagai langkah nyata Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat digitalisasi tata kelola keuangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Khairul menegaskan bahwa elektronifikasi transaksi pemerintah daerah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus diwujudkan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Elektronifikasi merupakan sebuah keharusan bagi seluruh OPD. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tarakan dalam mewujudkan kota yang cerdas melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Khairul.
Ia menyampaikan, keberhasilan implementasi digitalisasi daerah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem, tetapi juga harus didukung infrastruktur yang memadai, terutama ketersediaan jaringan internet yang stabil di seluruh wilayah.
Menurutnya, kualitas jaringan menjadi faktor penting agar seluruh layanan berbasis digital dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kota Tarakan. Meski mengalami penurunan dari 98,5 persen menjadi 95,5 persen pada Semester I Tahun 2026, Kota Tarakan masih berada pada kategori digital dalam penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Selain itu, ruang fiskal Kota Tarakan dinilai masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Capaian pembayaran pajak daerah secara digital juga terus menunjukkan hasil positif, dengan 91,59 persen penerimaan telah dilakukan melalui berbagai kanal elektronik, seperti mobile banking, SMS banking, maupun internet banking.
Khairul berharap capaian tersebut terus ditingkatkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia dan sektor perbankan, sehingga transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan semakin optimal.
Ia juga mendorong optimalisasi implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai instrumen pembayaran non tunai yang diyakini mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Melalui peluncuran SP2D Online dan penguatan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, Pemerintah Kota Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari pembangunan Kota Tarakan menuju kota cerdas. (Adv/wek)







