TARAKAN24JAM, TARAKAN – SMP Negeri 3 Tarakan menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelaksanaan Kemah Blok atau Kemah Karakter tahun ini. Tidak hanya membina siswa baru, sekolah juga melibatkan orang tua secara langsung dalam berbagai rangkaian kegiatan sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dari rumah hingga sekolah.
Setelah sempat vakum selama hampir tiga tahun akibat pandemi COVID-19, Kemah Blok kembali digelar pada 24–25 Juli 2026 dan diikuti sekitar 265 siswa kelas VII.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, kegiatan kali ini dipadukan dengan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat nasional yang menitikberatkan pada pembentukan budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SMP Negeri 3 Tarakan, Tri Juniarto, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan peran sekolah. Karena itu, orang tua dilibatkan sejak awal, mulai dari senam bersama, kerja bakti, hingga penanaman pohon di lingkungan sekolah.
“Kami ingin membangun sinergi antara sekolah dan orang tua. Pendidikan karakter anak tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, tetapi harus didukung dari lingkungan keluarga,” terangnya, Jumat (24/8/2026).
Menurut Tri, keterlibatan orang tua juga menjadi bagian dari pembentukan budaya gotong royong yang mulai memudar. Melalui kerja bakti bersama guru, siswa, dan wali murid, sekolah ingin menanamkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Selain aktivitas bersama orang tua, para siswa mendapatkan pembekalan kepramukaan, penyuluhan dari Polda Kalimantan Utara, dinamika kelompok, hingga pentas seni yang menjadi ruang bagi peserta untuk membangun kepercayaan diri dan kerja sama.
Tri menjelaskan, kebangkitan Kemah Blok menjadi langkah awal menghidupkan kembali kegiatan pendidikan karakter yang sempat terhenti selama pandemi.
Momentum tersebut juga menjadi bagian dari persiapan SMPN 3 Tarakan sebagai sekolah yang mengikuti program Sekolah Siaga Kependudukan tingkat nasional.
Ia berharap, melalui keterlibatan aktif keluarga, nilai-nilai disiplin, kepedulian lingkungan, jiwa gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air tidak berhenti selama kegiatan perkemahan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan konsep tersebut, Kemah Blok di SMPN 3 Tarakan tidak hanya menjadi agenda orientasi bagi siswa baru, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. (Wek)







